Pesantren Harus Mengikuti Perkembangan Zaman dalam Berdakwah

Pesantren masih jauh tertinggal ketika berkaitan dengan media sosial atau penguatan literasi pesantren. Ketertinggalan itu disebabkan oleh banyak hal. Sedangkan saat ini, kita ada di era media sosial yang mau tidak mau harus bisa mengisi dengan literasi pesantren.

Dakwah dan media sosial tidak bisa dipisahkan. Dakwah adalah isi untuk menyampaikan kebaikan, dan media sosial adalah alat untuk menyampaikan isi kebaikan tersebut. Saat ini, ketiga macam dakwah (lisan, tulisan, dan hal/perilakuku) bisa disampaikan melalui media sosial yang saat ini banyak sekali aplikasi dan model yang bisa diterapkan.

Terkait dakwah pesantren melalui media sosial kenapa saya katakan tertinggal, karena permasalahannya, di pesantren memang tidak diperbolehkan menggunakan gadget, sehingga tidak bisa menggunakan media sosial. Dan pada kasus pandemik saat ini, di mana santri dipulangkan, karena tidak terbiasa menggunakan media sosial, maka media sosial tidak dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah.

Ada sebuah kasus, saya mengikuti sebuah group, di situ heboh, menanyakan kapan pesantren akan dimulai kembali. Karena memang pendidikan di pesantren, tidak semua bisa diterapkan melalui media daring.

Meskipun begitu, kita tetap harus menyadari dan menjadikan media sosial sebagai media dakwah yang memiliki jangkauan luas dan bisa dinikmati kapan saja. Jika kita bisa mengambil peran di media sosial, hal ini akan sangat menarik, karena literasi pesantren bisa mengikuti perkembangan zaman.

(Ning Tutik Nurul Janah)

About admin psp

Check Also

Suka Duka Berdakwah di Media Sosial

Pengalaman saya dan Mas Ulil merintis Ngaji Ihya secara online dimulai pada bulan Ramadhan tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *