Recent Posts

Pesantren Harus Mengikuti Perkembangan Zaman dalam Berdakwah

Ning Tutik Nurul Janah

Pesantren masih jauh tertinggal ketika berkaitan dengan media sosial atau penguatan literasi pesantren. Ketertinggalan itu disebabkan oleh banyak hal. Sedangkan saat ini, kita ada di era media sosial yang mau tidak mau harus bisa mengisi dengan literasi pesantren. Dakwah dan media sosial tidak bisa dipisahkan. Dakwah adalah isi untuk menyampaikan …

Read More »

Jadikan Media Sosial Sebagai Media Pendidikan

NU Online didirikan 2003 di saat web salafi itu sudah ada. NU Online hitungannya agak telat memulainya. Dan butuh 7 tahun untuk memiliki pembaca. Karena memang saat itu tidak semua bisa akses internet sebaik sekarang. Dan di tahun 2010 NU Online baru mendapatkan pembaca dari kalangan Nahdiyin. Dalam menjalankan media …

Read More »

Ketawadhu’an dan Keikhlasan Kiai dan Nyai Menjadi Hambatan Berdakwah di Medsos

Perangkat akses terhadap media online sudah bisa didapatkan di pesantren. Hampir semua pesantren sudah memiliki akses internet. Karena semua merasa butuh. Apalagi di musim pandemik saat ini. Mulai bermunculan kiai/nyai yang mulai melirik media sosial sebagai alat dakwahnya. Kendala yang selama ini dihadapi oleh Kiai/Nyai dalam menjalankan dakwah di media …

Read More »

Nyai Durratun Nafisah: Memupuk Silaturrahmi dengan Tetangga Non Muslim

  Pada masa pandemi bulan Ramadhan tahun ini, banyak pesantren Pesantren Kauman Karangturi Lasem Rembang melakukan pengajian dan dakwah secara online. Respon masyarakat sangat bagus untuk menyimak secara online, meski masih ada sedikit pesantren masih saja mengadakan pengajian yang menghadirkan massa. Pengajian kitab ini kemudian disiarkan ulang di saluran TV9 …

Read More »

Suka Duka Berdakwah di Media Sosial

Pengalaman saya dan Mas Ulil merintis Ngaji Ihya secara online dimulai pada bulan Ramadhan tahun 2017. Pada awal-awal dulu modal saya cuma handphone dan tripot kecil. Pokoknya sama sekali tidak memadai. Selain itu tugas saya membacakan komentar-komentar orang yang menyimak pengajian. Pada awal-awal saat itu yang ikut ngaji online kebanyakan …

Read More »

Jihad Intelektual Santri NTB Menebarkan Rahmat kepada Umat Manusia

Menjadi muslim tidak serta merta akan menjadi penebar rahmat. Diperlukan upaya sungguh-sungguh (jihad) secara intelektual, moral, dan material untuk memancarkan nilai-nilai kerahmatan itu. Secara intelektual, kita mesti terus menebar pandangan-pandangan positif dan progresif untuk membendung arus fanatisme, tindak dan wacana kekerasan juga terorisme, demikian pula ketidakadilan. Sebagai negara dengan penduduk …

Read More »

Menulis adalah Keberpihakan Kepada Kaum Marjinal

Menulis adalah keberpihakan pada kaum mar­jinal. Menulis adalah menemukan kreatifitas dari pengalaman pribadi dan bukan untuk gaya-gayaan. Menulis seperti sebuak kekuatan yang merasuk dalam diri dan mendorong untuk diketahui oleh publik. Ada sosok dan potret situasi yang perlu diketahui publik dari kaum marjinal, sehingga menulis dapat menjadi kekuatan perubahan dan …

Read More »

Pesan Damai Dari Pesantren melalui Dunia Maya

Pesan damai santri bisa disampaikan melalui tekhnologi yang saat ini berkembang semakin maju. Santri mempunyai semangat membara dan militan untuk bergerak di dunia maya. Santri mili­tan terus bergerak, tanpa perlu menunggu perintah, loyal sebagai santri yang mengabarkan kebaikan dari pesantrennya. Teknologi internet dan media saat ini dapat membantu untuk menyampaikan …

Read More »

Kerahmatan Islam Mengangkat Harkat Martabat Manusia

Cara berfikir manusia yang keras, penuh hawa nafsu, akhlak yang buruk dan negatif bisa menindas harga diri manusia. Pola pikir yang ekstrim, fundamentalis, dan radikalis ini membawa pada terorisme dan kerusakan. Hawa Nafsu dan rasa tega terha­dap nilai kemanusiaan akan membawa pada kehancuran harkat dan martabat manusia. Hawa nafsu dan …

Read More »